Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Akibat kebanyakan mie instant


SEJAK ususnya yang busuk dipotong, Hilal tidak lagi merasakan sakit pada bagian ususnya. Celakanya, rasa sakit justru berpindah ke bagian kolostominya. Setiap kali habis makan, makanan itu pasti langsung keluar melalui lubang anus buatan itu. Saat itulah dinding perutnya merasakan sakit yang luar biasa. Ia bisa menangis menjerit-jerit kesakitan.

Belum lagi plastik yang menempel untuk menampung feses yang penuh dan harus diganti dengan yang baru. Double tape yang sering kali dilepas dan dipasang membuat kulit perutnya iritasi dan perih.

Jika sudah tak bisa menahan sakitnya, Hilal akan berujar, “Udah Hilal paeh aja! (Hilal lebih baik mati saja!)” Kadang juga ia berteriak minta maaf kepada Allah dan minta disembuhkan sambil mengatupkan kedua tangannya. Kasihan anakku.

Setiap hari, selama delapan bulan itu, ia hanya menghabiskan waktunya di tempat tidur. Hilal hanya mampu berjalan beberapa menit karena jika terlalu lama ia pasti langsung merasakan sakit di bagian kolostominya. Setiap malam, ia juga harus tertidur dengan paha diangkat menyentuh ke perutnya. Katanya, terasa enak dan membantu menahan rasa sakitnya.

Kapok Makan Mi
Agar ia tidak merasa bosan di kamar seharian, aku mengalihkan rasa sakitnya dengan mengajarinya membaca. Awalnya, sih, sekadar membacakan buku-buku cerita untuknya, tapi lama-kelamaan ia merasa tertarik untuk membaca. Aku dan Panda bergantian mengajarinya. Tidak terasa, saat ini ia sudah lancar membaca, lo.

Memang, sebetulnya Hilal anak yang sangat pintar dan aktif. Sebelumnya ia tidak pernah sakit dan sangat penurut. Namun, sejak kelahiran adiknya dua bulan lalu, Ilham Haki, ia menjadi lebih manja padaku. Ia melarangku menggendong dan menyusui adiknya. Aku, sih, maklum saja karena dia masih sakit dan mungkin takut rasa sayangku direbut oleh adiknya.

Sekarang Hilal sudah bisa berjalan lagi. Memang, sih, masih sedikit bongkok, tapi aku yakin dalam waktu dekat ia bisa berdiri dan berjalan dengan sempurna. Katanya, ia ingin segera sekolah.

Yang membuatku lega, sejak sakit itu, Hilal trauma dengan mi instan. Bahkan melihatnya saja, dia seakan tak sudi. Beda dengan dulu, sekarang ia sangat senang mengonsumsi makanan sehat, seperti sayur, daging, buah, dan susu. Susu memang dianjurkan dokter untuk membantu memperbaiki kondisi dan kinerja ususnya.

Mudah-mudahan ia bisa segera sembuh dari sakitnya dan menjadi anak yang pintar serta berprestasi di sekolahnya nanti.

Mbah Surip Mau beli Gula dan Kopi


Mendadak lagunya laris manis membuat keinginan Mbah Surip juga semakin bertumpuk. Nyaris semuanya aneh dan unik.

Mbah Surip terkenal dengan nasehat khasnya, tentang kehidupan “Biar kita awet muda, ya, kurangin tidur dan banyak minum kopi,” katanya. Karena itu, setelah uangnya berlimpah; “


”Saya pengen beli kopi satu miliar dan gula pasir satu miliar. ha..ha.. “ucapnya sembari tawa terkekeh.

Mbah Surip Mau Beli Gula dan Kopi Sebesar 1 Miliar
Selain itu, dia ingin “menggendong” Manohara dalam album reggae, berikutnya. “Menurut saya suara Manohara cocok untuk lagu reggae,” ujarnya di Kampung Artis, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (29/7) malam.

Mbah mengaku baru membujuk calon janda Pangeran Kelantan itu dan menerima jawaban positif lewat SMS. Keduanya sudah berlatih melalui telepon karena sulitnya waktu bertemu.
Pelantun Tak Gendong ini juga meyakini uang yang telah dikumpulkannya lewat Ring Back Tone (RBT) berjumlah miliaran rupiah. Bukan cuma kopi dan gula, pemilik nama asli Urip Aryanto ini juga berencana menghabiskan uangnya membeli helikopter bekas.

Namun, katanya, sampai saat ini belum terwujud karena kata dia masih tersandung birokrasi di pihak kepolisian.”Saya berharap kepada Kapolda semoga surat izin helikopternya cepat keluar,” ucapnya diiringi tawanya yang khas.

Dari dulu sambungnya, dia ingin menjadi artis Indonesia pertama punya helikopter. [poskota